Tuesday, March 03, 2009

Cannot install SQL Server Express 2005 SP2 / SP3

I had a strange phenomenon while installing SQL Server 2005 Express SP2 at Windows XP with Service Pack 3 installed. The installation process stopped at installing MSXML 6 and the Database Service can't be installed. Thus, the installer said that the installation failed.

I thought this one may caused by the SP2, so I tried to install SQL Server 2005 Express SP3, but the installation also failed. Strangely, if I install either SQL Server 2005 Express SP2 or SP3 at Windows XP Service Pack 2, the installation can be completed successfully. The problem only occurred at Windows XP SP3.

I tried to search at Google, the first aid for my problem :D then I found that the problem was caused by the MSXML 6 which was installed by Windows XP SP3 package. And the most frustrating thing was: I can't remove MSXML 6 using Add/Remove Programs....GREAT!!!

To solve this problem, I had to download Windows Installer Clean Up from Microsoft website, remove MSXML 6 and then re-run setup for either SQL Server 2005 Express SP2 or SP3, the installer ran successfully and the Database Service can be installed...SOLVED!!!

I also read that this problem also found at SQL Server 2008 Express, can anyone confirm this?

Tuesday, February 17, 2009

15 Februari 2009

Ing, betapa bahagianya aku hari ini, dan belum pernah aku sebahagia hari ini dalam hidupku. Sepanjang siang sampai malam hari ini, aku sangat senang bisa bersamamu, menghabiskan waktu berjalan-jalan dan makan malam berdua denganmu. Hari ini adalah hari yang sangat sempurna dalam hidupku.

Dalam hatiku, aku sangat bersyukur pada Tuhan, karena telah mempertemukan aku dengan kamu. Setiap malam tidak henti-hentinya aku mengucap syukur pada Nya. Aku mau meletakkan cinta kita di atas kasih dari Tuhan, yaitu sebuah cinta yang dewasa dan tidak main-main. Cinta yang tidak hanya beralasan pada kesempurnaan fisik, tapi lebih dalam maknanya dari itu, sebuah cinta dewasa yang saling melengkapi satu sama lain. Cinta yang tidak hanya diucapkan di bibir, tapi juga melalui perbuatan nyata. Cinta yang mau berkorban untuk kebahagianmu, walaupun aku harus mengorbankan seluruh hidupku.

Ing, aku telah jatuh cinta kepadamu, dan aku ingin terus mencintaimu, sampai selama-lamanya, sampai aku melihat kamu dengan sangat cantik mengenakan gaun putih yang indah di pintu gerbang gereja, lalu menggandeng tanganmu sampai altar dan mengucapkan janji setia di depan pendeta dan pastor, sampai aku menggenggam tanganmu ketika engkau berjuang melawan maut untuk melahirkan sang buah hati kita, sampai aku harus menggendongmu ketika kamu jatuh sakit, sampai rambut kita menjadi putih dan menyaksikan anak dan cucu kita bermain-main di taman, sampai kita hanya bisa bercerita tentang kenangan masa muda ketika kita berdua hanya bisa duduk di kursi goyang menghabiskan masa tua bersama di sebuah rumah kecil yang sederhana.

Ingin ku ucapkan semuanya itu kepadamu, Ing. Namun aku sadar hanya waktu yang bisa membuktikan semua janjiku itu kepadamu. Dan aku hanya bisa berdoa, semoga Tuhan terus memelihara cinta yang tumbuh dalam hati kita, untuk selamanya, sampai selamanya.

Ing...

Aku mencintaimu.

Tuesday, February 03, 2009

Test TOEFL

Salah satu syarat untuk kuliah di pascasarjana Binus adalah harus lulus tes TOEFL. Entah berapa skor minimum yang harus didapat, ada teman yang bilang minimumnya adalah 500.
Tes TOEFL untuk saya adalah hari Sabtu tanggal 7 Februari nanti. Agak takut juga menghadapi tes ini, karena jujur saja saya kurang baik di listening, mungkin karena selama ini saya selalu hanya membaca buku atau artikel berbahasa Inggris, tetapi sangat jarang sekali berkomunikasi secara lisan menggunakan bahasa Inggris.

God, help me, please

Saturday, January 31, 2009

Back to Campus

Kemarin sore saya membeli formulir pendaftaran mahasiswa pascasarjana di binus. Dari kantor jam 5 sore. Saat keluar dari gedung, terlihat mendung yang tebal, dan sepertinya sekitar setengah jam lagi akan hujan. Mestinya saya bisa sampai di binus tepat waktu, pikir saya. Setidaknya kalaupun kehujanan hanya basah sedikit, asalkan hujannya tidak langsung lebat.

Ternyata saya salah perkiraan, dari kantor saya mengambil jalan yang salah sehingga terjebak macet di Pasar Tanah Abang Blok A. Lumayan lama macet di situ, sekitar 10 menitan, hampir tidak sabar rasanya melihat angkot yang menaik-turunkan penumpang seenaknya saja. Dan setelah lepas dari kemacetan itu pun tidak lama hujan turun dengan lebat. Karena tidak membawa jas hujan, saya harus mencari tempat berteduh karena jaket dan celana saya terasa sudah mulai basah kena air hujan.

Setelah agak reda, saya melanjutkan perjalanan, dan saat sampai di sekitar kemanggisan, kira-kira 3 km dari kampus anggrek binus, hujan turun lebat lagi, terpaksa saya pun menepi lagi. Baru diawal begini saja sudah butuh perjuangan, pikir saya, apalagi nanti jika saya sudah menjalani kuliah.

Untuk kedua kalinya, hujan agak reda, tapi terasa masih cukup lebat, saya pun melanjutkan perjalanan. Jaket saya sudah benar-benar basah, dan celana panjang saya pun terasa sudah sangat basah. Akhirnya saya pun sampai di kampus anggrek binus. Di tengah hujan yang cukup lebat, saya kebingungan mencari tempat parkir motor yang biasanya terletak di belakang kampus sekarang sudah ditutupi seng sepertinya sedang direnovasi. Saya kembali ke arah parkiran mobil dan bertanya dengan petugas keamanan di sana, di mana tempat parkir motor. Ia menunjuk ke arah dalam tapi saya harus mengambil jalan memutar gedung parkir. Alhasil, sepertinya banyak perubahan di kampus anggrek. Sesampainya di parkiran, saya menuju lantai dasar, tempat admisi dan kembali saya terkejut. Tempat yang dulunya adalah admisi ternyata sekarang berubah menjadi perpustakaan. Saya kembali bertanya dengan petugas keamanan di sekitar situ, di mana lokasi admisi. Ia menunjuk ke arah luar, dan saya harus berjalan keluar gedung ke arah depan kampus untuk ke admisi, kehujanan lagi deh.

Sampai di admisi, saya diberi nomor antrian, seperti layaknya antri di rumah sakit saja. Tak lama kemudian, nomor antrian saya dipanggil oleh salah satu customer service. Saya mengatakan ingin membeli formulir pascasarjana. Tak lama kemudian, ia memberikan seberkas dokumen yang mesti saya lengkapi, namun ia menjelaskan dengan agak cepat sehingga saya sering mesti bertanya ulang, dan beberapa diantaranya tidak jelas pula jawabannya, karena ia menjawabnya pun dengan terlalu cepat.

Cukup banyak form yang mesti diisi dan dokumen yang mesti saya lengkapi. Waktu saya sampai tanggal 17 Februari, termasuk dengan harus mengikuti tes TOEFL.
Dan sepertinya hari Senin nanti saya harus kembali menelepon binus untuk bertanya lebih detail tentang kelengkapan dokumen tersebut, ada beberapa hal yang belum jelas ketika si customer service menjelaskan tadi.

Kembali ke bangku kuliah mungkin bukan pilihan yang bijaksana di umur saya yang ke dua puluh enam saat ini. Mestinya saat ini saya memikirkan untuk menikah dan membangun keluarga. Namun nampaknya, pilihan menikah itu terasa masih jauh di mata saya. Saya masih ingin belajar banyak hal melalui kuliah. Motivasi saya bukan semata hanya untuk mencari gelar, melainkan saya memang menyukai mempelajari hal-hal ilmiah yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Semoga Tuhan memberikan saya kekuatan untuk saya dapat menjalani perkuliahan nanti.

Friday, January 30, 2009

Ban bocor

images

Selama tiga tahun saya pakai motor yang sekarang ini, baru kemarin merasakan ban bocor. Awalnya terasa motor agak berat kalau dituntun, lalu kalau mau belok ke kiri atau kanan, motor seperti oleng. Syukur ban motor saya tubless, jadi tidak langsung kempes total, saya masih sempat jalan 1 km untuk mencari tukang tambal ban, namun karena saat mencari tukang tambal ban, saya agak takut ban menjadi kempes total karena motor tetap saya kendarai, akhirnya saya matikan mesin, lalu tuntun motor nyari tukang tambal ban. Pas ketemu tukang tambal ban, wah hati ini terasa lebih tenang. Ternyata ada paku tipis sekitar 3 cm dan sudah berkarat.

Wednesday, January 28, 2009

I've Finally Found Someone

Untuk cinta terakhir yang aku miliki
Menjadikan segalanya jelas dan nyata
Manusia butuh kebahagiaan!
Tapi apakah kebahagiaan itu luruh dalam dua jiwa?

Cerita indah ku mainkan
Bahagia dan bahagia
Oh Tuhan…
Apakah khayalan ku tidak bisa Kau wujudkan?
Aku hanya butuh dia di sampingku!

Biarkan benang merah ini mengikat kami berdua
Dalam keindahan rancanganMu

Merah ku torehkan di hatinya
Ku ukirkan kata cinta
Pejamkan mata, bentangkan tangan mu
Dapatkan dia memeluk dirimu erat

Terima kasih Tuhan,
Walau hanya sesaat aku menikmatinya
Dan bila kami bertemu lagi,
Kami dapat berkata “Betapa besar dan ajaib nya Kau Tuhan”
Diciptakan untuk bersama bahagia selamanya

-Alodia Silviani-

Thursday, January 01, 2009

Ada Waktu Mengelus, Ada Waktu Menggampar

ada-waktu-mengelus-ada-waktu-menggampar__warna
Siang tadi baru saja selesai baca buku Pdt. L.Z. Raprap yang berjudul “Ada waktu mengelus, ada waktu menggampar”. Judulnya sangat mengundang tawa, dan memang buku yang isinya kotbah-kotbah pilihan pak Raprap tersebut sangat jenaka. Namun bukan kelihaian dalam menyusun kotbah yang humoris yang saya kagumi dari beliau, namun saya kagum terhadap kelihaian beliau mencari contoh, cerita, atau perumpamaan yang praktis untuk menyampaikan isi kotbahnya. Menurut saya beliau juga sangat lihai menjelaskan arti sebuah ayat tertentu dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti. Yang saya ingat, ada dua kotbah yang ditulis beliau, pernah dibawakan di acara KPI GKI Samanhudi kira-kira satu dasawarsa lalu, yaitu membahas tentang garam dan terang dunia, dan jemaat yang missioner.
Beberapa waktu lalu beliau juga pernah berkhotbah di GKI Kepa Duri, namun jujur aja saya tidak ingat isi kotbah beliau.

Yang sampai hari ini saya ingat dari kotbah beliau adalah tentang garam dan terang dunia. Beliau bertanya mengapa Yesus menggunakan perumpamaan dengan garam? Lalu beliau bertanya lagi apa fungsi garam? Fungsi garam adalah mencegah kebusukan. Daging yang diberi garam akan tahan dari kebusukan dan dapat disimpan lebih lama. Mengapa Yesus menggunakan kata “garam” dan “terang” ?

Ternyata Yesus ingin menekankan dua sisi kehidupan kristen yang harus kita jalani sebagai pengikutNya. Menjadi garam berarti melebur atau membaur bersama keadaan sekitar sambil tetap bersaksi tentang Kristus. Garam yang ditabur di dalam sayur tidak akan terlihat lagi bentuk kristal garamnya, namun rasa dari garam tersebut akan tetap ada. Begitu pula dengan orang Kristen, harus berbaur dengan lingkungan sekitar, berbaur dengan penganut agama-agama lain tapi tetap mempunyai identitas sebagai seorang Kristen.

Menjadi terang berarti ada kalanya kita secara terbuka mengakui bahwa kita adalah orang Kristen. Misalnya setiap hari Minggu beribadah di gereja. Ketika saya beribadah atau pergi untuk beribadah, orang lain akan melihat dan menyadari bahwa saya adalah seorang Kristen. Identitas kekristenan saya terlihat jelas saat itu. Namun ada kalanya pula saya menjadi garam, berbaur dengan orang lain, dan tidak secara terang-terangan menunjukkan bahwa saya seorang Kristen, tetapi orang lain seharusnya menyadari dari sikap, sifat, kata-kata, dan perbuatan, bahwa saya seorang Kristen.

Buat pak Raprap:
Pak Raprap, buku bapak isinya sangat bagus sekali. Saya akan mereferensikannya ke teman-teman saya.